PURBALINGGA- Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Inspektorat Daerah menggelar Workshop Pembangunan dan Persiapan Penilaian Zona Integritas (ZI) pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di PM Collaboration Convention Hall, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh unit kerja di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk menyelaraskan langkah menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kesungguhan Pemkab Purbalingga dalam mengejar standar nasional dibuktikan dengan kehadiran dua narasumber berkompeten dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) RI, yaitu Bapak Tarcisius Bagus Putra Prasojo dan Ibu Monica Uli Lubis. Kehadiran mereka memberikan perspektif langsung mengenai standar evaluasi terbaru yang diterapkan di tingkat nasional.

Workshop Pembangunan dan Persiapan Penilaian Zona Integritas (ZI) di Kabupaten Purbalingga merupakan langkah strategis untuk menciptakan birokrasi yang bersih, melayani, dan bebas dari korupsi. Secara garis besar, tujuannya adalah menyamakan persepsi dan kesiapan teknis seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuan utama workshop ini adalah menanamkan pemahaman mendalam kepada aparatur sipil negara (ASN) mengenai pentingnya integritas. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mengubah pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) agar lebih transparan dan akuntabel.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat komitmen, menyusun rencana kerja, dan memantau evaluasi 6 area perubahan (manajemen perubahan, tatalaksana, SDM, akuntabilitas, pengawasan, kualitas pelayanan) menuju WBK/WBBM. Workshop ini fokus pada penyusunan dokumen, pengisian LKE secara elektronik, serta peningkatan pelayanan publik, umumnya dihadiri oleh tim pembangun ZI di instansi pemerintah.

“Zona Integritas adalah miniatur pelaksanaan reformasi birokrasi di unit kerja, yang keberhasilannya ditentukan oleh komitmen pimpinan dan partisipasi aktif seluruh staf.” (@ridhodhanu)









